Minggu, 26 September 2021

EnglishIndonesian

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TANJUNGPINANG

BADAN KARANTINA PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Tim Gratieks Tanjungpinang Serentak Turun Lapangan Lakukan Pendampingan Eksportir

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Tanjungpinang – Dalam rangka menyukseskan gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks), Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho, memberikan tugas kepada tim Gratieks untuk menindaklanjuti kegiatan di lapangan terkait ekspor. Tim Gratieks bergerak serentak untuk melakukan tindak lanjut di lapangan mulai dari pertemuan dengan GM Garuda Indonesia, sambangi petani sayuran hingga pendampingan perusahaan eksportir yang berada di Kabupaten Bintan (03/02).
Tim Gratieks bertemu dengan GM Garuda Indonesia Tanjungpinang, Ryan Amirulfiras untuk mengumpulkan informasi terkait upaya membuka gerbang ekspor dari Tanjungpinang melalui penerbangan Garuda Indonesia Airways (GIA). Dalam pertemuan tersebut, pihak GIA sangat mendukung eksportir menggunakan Garuda untuk melakukan ekspor keluar negeri maupun domestik dengan dua jenis penerbangan yaitu secara umum (rute yang sudah ada) dan carter (rute sesuai permintaan). Selain itu, GIA juga bersedia membantu mencarikan buyer di negara tujuan bagi calon eksportir.
Tim Gratieks pun melakukan pendampingan kepada perusahaan eksportir dalam peningkatan ekspor tahun 2021. Perusahaan tersebut adalah PT BOF yang bergerak dibidang pengolahan kelapa yang terletak di Kecamatan Sri Kuala Lobam, Bintan. Pertemuan tim Gratieks dengan perusahaan tersebut disambut baik oleh Fery, manajer operasional BOF. BOF sangat optimis dalam peningkatan ekspor di tahun 2021 dengan dilakukannya pengembangan pabrik untuk peningkatan produksi.
Selanjutnya, Tim Gratieks juga bertemu dengan pemilik CV BB di daerah Kijang, Bintan Timur. Pemilik yang selama ini telah melakukan ekspor arang akan menentukan kepastian ekspor di bulan Maret, salah satu kendala yang dihadapi adalah kekurangan bahan baku. Pemilik juga menyampaikan bahwa ia telah memiliki pembeli serai dan cabai di Jepang dengan adanya penawaran dari GIA.
“Secara umum, kinerja ekspor komoditas pertanian dari Tanjungpinang tidak terpengaruh pandemi Covid-19. Bahkan di tahun 2020 tren ekspor pertanian meningkat, semoga tahun ini lebih baik dan terus naik,” ujar Raden.
Sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bahwa di tahun 2021 diharapkan ekspor komoditas pertanian mampu tumbuh 20% dari tahun lalu. Tahun berikutnya meningkat lagi dan lagi, sehingga peningkatan tiga kali lipat ekspor akan tercapai di tahun 2024.
Semoga dengan adanya pembukaan jalur direct call cargo oleh GIA, kerjasama antar perusahaan yang bersinergi, dan pendampingan oleh Tim Gratieks Karantina Tanjungpinang dapat mempermudah para eksportir dalam meningkatkan kegiatan ekspor nantinya serta dapat menyukseskan Gratieks di tahun 2021.

Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar