Minggu, 26 September 2021

EnglishIndonesian

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TANJUNGPINANG

BADAN KARANTINA PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Sukseskan Gratieks, BOF Kembali Ekspor LFDC Ke India

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tanjungpinang – Sebanyak 18 ton low fat dessicated coconut (LFDC) atau kelapa parut kering asal Bintan yang diproduksi oleh PT BOF di Kawasan Industri Lobam kembali di ekspor ke India (05/03).

Karantina Pertanian Tanjungpinang memfasilitasi ekspor LFDC dengan melakukan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap LFDC tersebut. Karantina Pertanian merupakan ‘economic tools’, dengan disertifikasi maka semua komoditas pertanian yang diekspor dijamin kesehatannya dan keamanannya, sehingga menjadi jaminan keberterimaan di negara tujuan.

Raden Nurcahyo Nugroho, Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang menyampaikan, “Hari ini BOF kembali lakukan ekspor ke negara India, tentunya Karantina Pertanian Tanjungpinang sangat mendukung eksportasi tersebut,”

“dengan lancarnya ekspor seperti ini, semoga dapat meningkatkan ekspor kita, sehingga Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) komoditas pertanian akan terealisasi,” pungkasnya.

Kelapa memiliki manfaat yang luar biasa, dengan pengolahan yang optimal akan menambah nilai tambah dalam perdagangan. Semboyan ‘tiada sampah kelapa’ terus digalakkan, karena seluruh bagian tanaman kelapa semua dapat dimanfaatkan dan bisa di ekspor. Optimalkan kreatifitasmu, manfaatkan yang dianggap sampah kelapa menjadi bernilai, Karantina Pertanian Tanjungpinang siap melakukan bimbingan teknis ekspor melalui Klinik Ekspor.

#Gratieks
#LaporKarantina
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar