Senin, 3 Oktober 2022

EnglishIndonesian

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TANJUNGPINANG

BADAN KARANTINA PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Seluruh Pemangku Pariwisata di Bintan Sepakat Cegah Masuknya PMK

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Bintan – Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho, hadiri penandatanganan MOU antara BRC dan Cruise Resort tentang kunjungan wisatawan ke Lagoi. Seluruh pemangku kebijakan pariwisata juga sangat me  ndukung upaya karantina dalam mencegah masuknya penyakit mulut dan kuku (PMK). Acara yang digelar di hotel kapal doulos phos, Lagoi, dihadiri oleh Dubes RI untuk Singapura, Bupati Bintan, Kapolres Bintan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Dinas Pariwisata Bintan, Kepala KKP Tanjungpinang, CEO BRC, GM BRC, GM CR (02/06).

Selain penandatanganan MOU, hari ini adalah pertama kalinya Dream Cruise labuh jangkar kembali di perairan Bintan setelah pandemi covid-19 terjadi. Menurut Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, kedatangan wisatawan di Kepri telah berhasil menyumbang devisa terbesar kedua setelah Provinsi Bali, salah satunya adalah kedatangan turis via kapal pesiar.

Karantina Pertanian Tanjungpinang mendukung semua kegiatan pariwisata, namun tidak mengabaikan Bio Security yang harus diterapkan, sesuai dengan upaya Kementerian Pertanian dalam mencegah penyebaran PMK. Raden pada kesempatan tersebut juga melakukan peninjauan Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi yang menjadi tempat masuk wisatawan mancanegara dari Singapura.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan, semua turis yang datang harus menginjak dan melewati karpet desinfektan yang telah disediakan di dermaga Pelabuhan BBT. Karpet desinfektan harus diperiksa dan dipastikan kesiapannya setiap jelang kedatangan penumpang. Bersama Agus, Kepala KKP Tanjungpinang, Raden juga menguji kesiapan karpet desinfektan.

“Virus PMK memang tidak bersifat zoonosis, yang artinya tidak menular pada manusia. Namun, migrasi manusia bisa menjadi pembawa penyebaran virus. Hal yang jarang tersentuh adalah alas kaki, baik itu sepatu maupun sandal. Untuk itu, di seluruh tempat pemasukan wisatawan harus disediakan karpet desinfektan,” ujar Raden.

Wahab selaku GM BRC menyampaikan sepakat untuk melengkapi dan menambah karpet desinfektan di seluruh lokasi sandar kapal. Demikian pula dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri yang juga menyepakati untuk menempatkan karpet desinfektan di pelabuhan lain di Kepri.

Robby Kurniawan, Bupati Bintan juga menyambut positif upaya Karantina Pertanian Tanjungpinang dalam mencegah masuknya PMK. Penyediaan hewan kurban untuk Bintan dan Tanjungpinang dari Kab. Kep. Anambas dan Kab. Natuna adalah salah satu upaya mencukupi kebutuhan masyarakat untuk berkurban.

Mencegah masuk dan tersebarnya HPHK/OPTK adalah tanggung jawab kita bersama. Karantina Pertanian Tanjungpinang selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan. Mari kita jaga Kepri, agar tetap bebas dari PMK.

#LaporKarantina
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar