Minggu, 26 September 2021

EnglishIndonesian

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TANJUNGPINANG

BADAN KARANTINA PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Perkuat Gratieks, Karantina Pertanian Tanjungpinang Gelar Bimtek Identifikasi Nematoda Radopholus similis

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tanjungpinang – Tingginya minat pecinta tanaman hias di masa pandemi melakukan jual beli online selaras dengan meningkatnya potensi lalu lintas media pembawa OPT/OPTK. Dalam upaya mendukung gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) Pejabat Karantina harus memiliki kemampuan deteksi dan identifikasi keberadaan nematoda Radopholus similis, yang bisa menjadi hambatan ekspor bila tidak dikendalikan dengan tepat.

Karantina Pertanian Tanjungpinang menyelenggarakan bimtek deteksi dan identifikasi nematoda R. similis dengan narasumber Hagus Tarno dari Universitas Brawijaya. Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho membuka kegiatan bimtek tersebut menaruh harapan seluruh Pejabat Karantina Tumbuhan dapat melakukan deteksi dan identifikasi terhadap nematoda R. similis.

“Meskipun sampai saat ini belum ada eksportasi tanaman hias secara langsung dari Tanjungpinang, namun tingginya pengiriman domestik tidak menutup kemungkinan tanaman hias tersebut diekspor dari daerah tujuan,” ujar Raden.

Perlu diketahui bahwa negara tujuan ekspor banyak yang mempersyaratkan tanaman hias yang akan dikirim harus bebas dari nematoda R. similis. Jepang telah menutup pengiriman tanaman hias akibat adanya nematoda tersebut, untuk itu Pejabat Karantina maupun calon eksportir tanaman hias harus bisa mendeteksi keberadaan nematoda R. similis, sehingga bisa dilakukan pengendalian yang efektif.

Gejala serangan nematoda diantaranya adalah: pertumbuhan stunting pada tanaman, nekrotik pada daun maupun batang, puru pada akar, stubby root dll. Dengan diketahui gejalanya akan lebih mudah dalam menentukan persiapan deteksi dan identifikasi.

R. similis merupakan nematoda parasit pada tanaman, sehingga dapat merugikan bagi pertanian. Perilakunya yang menimbulkan luka pada tanaman dapat menimbulkan masuknya cendawan maupun organisme lain, sehingga menimbulkan kerusakan yang kompleks pada tanaman.

Kegiatan bimtek yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti oleh Pejabat Karantina Tumbuhan dari Karantina Pertanian Tanjungpinang, Batam dan Tanjung Balai Karimun.

#LaporKarantina

#KarantinaPertanianTanjungpinang

Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar