Jumat, 22 Oktober 2021

EnglishIndonesian

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TANJUNGPINANG

BADAN KARANTINA PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

On Air, Pimpinan Karantina Tanjungpinang Sosialisasikan Penjaminan Kesehatan Hewan Kurban

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tanjungpinang (22/06), Jelang Hari Raya IdulAdha 1441 H, Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang Raden Nurcahyo on air di RRI Kota Tanjungpinang, untuk menyampaikan beberapa hal tentang jaminan kualitas hewan kurban.

BKP TPI memiliki petugas karantina atau pejabat fungsional yang bertugas di wilker-wilker, yang bertugas 7 hari tanpa ada libur, yang memeriksa lalu lintas seluruh komoditas pertanian, salah satunya adalah sapi-sapi yang diperuntukkan hewan kurban.

Sapi yang masuk ke Tanjungpinang berasal dari Lampung Tengah, Ogan ilir, Batang hari, Tanjung Jabung Barat dan Sijunjung.

Petugas karantina melakukan pemeriksaan meliputi pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik dan juga melakukan pengambilan sampel darah untuk dilakukan pengujian laboratorium dengan SLA 2 hari.

Menjelang iduladha karantina membantu Dinas Pertanian Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan dengan membentuk tim pemeriksaan hewan kurban yaitu pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Pemeriksaan ante mortem merupakan pemeriksaan fisik sebelum hewan kurban tersebut dipotong sedang pemeriksaan post mortem adalah pemeriksaan setelah hewan tersebut dipotong, meliputi pemeriksaan daging dan organ dalam hewan seperti hati, paru, usus, dll.

Dalam pembentukan tim pemeriksaan hewan kurban ini diharapkan nantinya bisa menjangka seluruh masjid-masjid yang melakukan pemotongan hewan kurban.

Menjawab pertanyaan dari masyarakat tentang hewan kurban, Raden menjelaskan bahwa, “Merujuk pada OIE dan informasi dari gugus tugas covid, covid-19 tidak menular ke hewan ternak, penularan hanya melalui manusia ke manusia. Akan tetapi ada penyakit-penyakit pada hewan yang perlu menjadi perhatian kita antara lain jembrana, brucellosis dan penyakit anthrax. Untuk mencegah penyakit jembrana pemasukan sapi dipersyaratkan untuk melampirkan hasil uji laboratorium bebas penyakit jembrana dengan metode PCR.”

Petugas Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan pengambilan sampel untuk uji brucellosis, selain itu wilayah Sumatera daratan dan Kepri sudah bebas dari penyakit brucellosis sejak 10 tahun yg lalu. Wilayah Kepri juga masih bebas dengan Penyakit anthrax yg umum terjadi di pulau Jawa.

“Cuaca ekstrim seperti saat ini sangat mempengaruhi kondisi hewan dan munculnya penyakit hewan, seperti diare dan cacingan. Dalam kondisi cuaca ekstrim seperti sekarang ini disarankan agar kandang untuk sapi/kambing dipastikan ada dinding penyekat untuk menahan udara dingin, lantai tidak boleh kotor dan agar selalu dibersihkan, selain itu posisi hewan lebih baik menghadap sinar matahari.” Ujarnya.

Selama transportasi hewan ternak sangat dimungkinkan mengalami stress, cara mengantisipasinya apabila jarak perjalanan cukup jauh agar berhenti setiap 3 jam, setelah sampai dikandang agar diistirahatkan dan ditaruh ditempat yang teduh, dan atap jangan terlalu rendah untuk menjaga sirkulasi udara tetap bagus.

Untuk petugas pemotong hewan kurban pastikan dalam memotong hewan, organ-organ diletakkan ditempat yang bersih dengan dilapisi plastik bening, tidak diinjak2 dan jangan sambil merokok.

Untuk mencegah sapi dikerumuni lalat bisa menggunakan bahan-bahan organik seperti serbuk mahoni atau bisa disediakan kertas lalat di beberapa titik tempat pemotongan. Karena lalat dan nyamuk penghisap darah bisa berpotensi menularkan penyakit dari hewan satu ke hewan lainnya. Selain itu hewan juga bisa dimandikan 1-3 hari menjelang hari H.

“Perhatikan protokol kesehatan, petugas pelaksana agar tetap menjaga jarak dan menggunakan masker dan mengindari kerumunan, agar distribusi daging tetap higienis, sehat dan aman dikonsumsi oleh masyarakat”, tutupnya.

Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar