Minggu, 26 September 2021

EnglishIndonesian

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TANJUNGPINANG

BADAN KARANTINA PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Indonesia Rasa Maldives, Karantina Tetap Ada

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tanjungpinang – Tak perlu ke Maldives kalau hanya ingin menikmati menginap di resort mewah tepi pantai. Indonesia punya, Lagoi namanya. Bahkan, SobatQ bisa merasakan sensasi kolam renang air laut, terbesar se-Asia Tenggara. Penasaran? Coba cari di peta, di mana letaknya dan segera lihat tanggal merah di kalender.

Indah dan alami, menawan dan elegan. Itu yang membuat Lagoi menjadi destinasi wisata unggulan. Rata-rata, 2.000 wisatawan masuk tiap hari. Itu baru yang dari 2 pelabuhan ferry dan 1 pelabuhan yacht. Belum yang masuk melalui kapal pesiar tiap akhir pekan. Sekali masuk 4.000 turis.

Layaknya orang yang sedang melakukan perjalanan, bekal para turis itu pasti banyak. Kita aja kalau bepergian suka bawa makanan serantang-rantangnya. Yah, beda-beda tipis sih antara ingin makanan sehat sama ngirit. Yang jelas, pasti banyak komoditas yang wajib dilaporkan karantina. Contohnya, buah, sayur, telur, dan daging. Padahal komoditas itu kan tak boleh sembarangan masuk Indonesia. Takutnya bawa penyakit dari negara asalnya sana. Nah, disinilah peran karantina.

“Pengelola Lagoi harus memperhatikan soal ini, mendukung dan membesarkan petugas border seperti karantina, bea cukai, dan imigrasi. Kami melayani dan mengawasi, tanpa mengurangi kenyamanan para turis,” kata Donni, Kepala Karantina Tanjungpinang saat mengadakan kordinasi dengan pihak pengelola kawasan wisata Lagoi pada hari Jumat lalu (5/4).

Pertemuan yang juga dihadiri perwakilan dari pihak hotel dan pelabuhan ini membahas permasalahan serta pengawasan pemasukan komoditas pertanian yang dibawa masuk turis maupun pihak hotel untuk kebutuhan restoran.

“Kami siap mendukung dan memberikan fasilitas kepada pihak karantina untuk menjalankan tugasnya di Lagoi,” kata Edi Mata, senior Manager Area Lagoi.

Mendukung upaya Karantina Tanjungpinang menguatkan fungsi pengawasan, pihak pengelola Kawasan Lagoi akan memfasilitasi sarana pemusnahan untuk komoditas pertanian yang disita petugas. Bukan buat nakut-nakutin wisatawan ya ini, tapi biar Indonesia tetap sehat.

Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar