Rabu, 19 Januari 2022

EnglishIndonesian

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TANJUNGPINANG

BADAN KARANTINA PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Gali Potensi Ekspor, Karantina Pertanian Tanjungpinang Gelar Bimtek Gratieks

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Tanjungpinang – Negeri segantang lada, kotanya Tanjungpinang. Kepulauan Riau sebagai propinsi dengan ribuan pulau-pulau kecil memiliki potensi komoditas pertanian yang masih perlu untuk terus digali. Karantina Pertanian Tanjungpinang menyelenggarakan bimbingan teknis gerakan tiga kali lipat ekspor (gratieks) secara daring untuk menggali potensi yang ada (08/10).
Bimtek gratieks dihadiri oleh tim gratieks Karantina Pertanian Tanjungpinang, petani dan pengusaha pertanian. Achmad Fauzan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Propinsi Kepri dan Eky Supartiningsih dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Bintan hadir sebagai narasumber.
Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho menyampaikan, “Sebagai upaya menggali potensi ekspor komoditas pertanian dari Kepri, tidak hanya komoditasnya yang perlu digali, namun jalur transportasi atau ekspedisinya juga perlu dipelajari,”
Di masa pandemi, sektor pertanian merupakan sektor yang baik untuk dikembangkan, pada tahun 2020 sektor pertanian tumbuh positif dibandingkan sektor lain. Nilai tukar petani pun semakin baik, yang artinya hasil pertanian terjual dengan harga yang sesuai, sehingga kesejahteraan petani meningkat, hal ini sesuai dengan pemaparan dari Achmad Fauzan.
Selain kelapa, karet dan cengkeh ada komoditas lain yang patut untuk dikembangkan dan ditingkatkan produksinya, kemudian dilakukan proses pasca panen sehingga menjadi bahan baku setengah jadi dan diekspor. Komoditas tersebut diantaranya: sorgum, kopi, pinang, sereh wangi. Selain itu juga ada tanaman hias yang juga memiliki potensi dikembangkan dan diekspor.

Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar