Minggu, 26 September 2021

EnglishIndonesian

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TANJUNGPINANG

BADAN KARANTINA PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

Diawali Obrolan Pagi, Dilanjutkan dengan Pengawasan Wan Seri Beni

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Bintan – Karantina Pertanian Tanjungpinang melalui Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Lagoi mengikuti pertemuan yang dinamakan morning briefing (17/6). Pertemuan yang diinisiasi oleh manajemen Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi, membahas prosedur operasional standar kedatangan dan keberangkatan kapal dalam masa pandemi covid 19 serta jelang penerapan kenormalan baru di Pelabuhan BBT. Beberapa poin yang menjadi pokok bahasan yakni penerapan protokol kesehatan disetiap kegiatan di area pelabuhan seperti memakai pelindung wajah, masker, sarung tangan, serta jaga jarak.

“Prosedur ini nantinya berlaku bagi setiap orang yang bertugas di Pelabuhan BBT serta pengunjung atau penumpang internasional maupun domestik,” ujar Machsun Asfari selaku manajer operasional pelabuhan.

Di lain pihak Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho menyatakan sebagai bagian CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, Security) tentunya mendukung penuh prosedur yang telah disepakati bersama dan berkomitmen untuk selalu terapkan protokol kesehatan bagi petugas karantina yang bertugas di garda terdepan.

Hadir dalam pertemuan kali ini dari Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina Pertanian, Karantina Ikan, Kesehatan Pelabuhan, Sekuriti, Syahbandar, TNI AL, dan agen kapal lingkup Pelabuhan BBT. Setelah pertemuan usai, dilanjutkan dengan pengawasan barang bawaan penumpang kapal MV. Wan Seri Beni dari Singapura.

Sobat Q harap diingat ya, sesuai amanah UU No.21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan tugas karantina pertanian saat ini tidak hanya mencegah dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina. Namun juga melakukan pengawasan dan pengendalian keamanan pangan dan mutu pangan, keamanan pakan dan mutu pakan, produk rekayasa genetik, sumber daya genetik, agen hayati, serta jenis asing invasif.

Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar