Vaksin Covid-19 Bagi Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang

Vaksin Covid-19 Bagi Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang

Tanjungpinang – Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang mengikuti vaksin covid-19 yang diselenggarakan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang di Batu V Atas (09/03).

KKP Tanjungpinang menyelenggarakan vaksin covid-19 terhadap stakeholder Pelabuhan Sri Bintan Pura dan lansia di sekitar pelabuhan. Lima pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang mengikuti vaksin covid-19 bersama 55 orang lainnya. Kegiatan vaksin merupakan upaya peningkatan kekebalan tubuh dari serangan virus penyebab covid-19, untuk itu Karantina Pertanian Tanjungpinang mengikutinya.

Sebelumnya Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang dan Subkoordinator Karantina Tumbuhan telah menerima vaksin pertama. Pelaksanaan vaksinasi kali ini melanjutkan tahapan sebelumnya. Pejabat Karantina Pertanian yang menerima vaksin pun tampak bersemangat untuk menerima suntikan vaksin tersebut, sebagai usaha untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Ditempat terpisah, Raden Nurcahyo Nugroho menyatakan, “Nantinya seluruh pegawai Karantina Pertanian Tanjungpinang akan menerima vaksin covid-19 tanpa terkecuali, sebagai usaha kita bersama mencegah penularan covid-19,”

Semoga vaksinasi meningkatkan imunitas, agar seluruh pelayan masyarakat bisa melayani masyarakat dengan prima.

#LaporKarantina🐈🌴
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Sukseskan Gratieks, BOF Kembali Ekspor LFDC Ke India

Sukseskan Gratieks, BOF Kembali Ekspor LFDC Ke India

Tanjungpinang – Sebanyak 18 ton low fat dessicated coconut (LFDC) atau kelapa parut kering asal Bintan yang diproduksi oleh PT BOF di Kawasan Industri Lobam kembali di ekspor ke India (05/03).

Karantina Pertanian Tanjungpinang memfasilitasi ekspor LFDC dengan melakukan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap LFDC tersebut. Karantina Pertanian merupakan ‘economic tools’, dengan disertifikasi maka semua komoditas pertanian yang diekspor dijamin kesehatannya dan keamanannya, sehingga menjadi jaminan keberterimaan di negara tujuan.

Raden Nurcahyo Nugroho, Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang menyampaikan, “Hari ini BOF kembali lakukan ekspor ke negara India, tentunya Karantina Pertanian Tanjungpinang sangat mendukung eksportasi tersebut,”

“dengan lancarnya ekspor seperti ini, semoga dapat meningkatkan ekspor kita, sehingga Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) komoditas pertanian akan terealisasi,” pungkasnya.

Kelapa memiliki manfaat yang luar biasa, dengan pengolahan yang optimal akan menambah nilai tambah dalam perdagangan. Semboyan ‘tiada sampah kelapa’ terus digalakkan, karena seluruh bagian tanaman kelapa semua dapat dimanfaatkan dan bisa di ekspor. Optimalkan kreatifitasmu, manfaatkan yang dianggap sampah kelapa menjadi bernilai, Karantina Pertanian Tanjungpinang siap melakukan bimbingan teknis ekspor melalui Klinik Ekspor.

#Gratieks
#LaporKarantina
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Karantina Tanjungpinang Dukung BALITPALMA dan PT. BOF Dalam Upaya Tingkatkan Ekspor

Karantina Tanjungpinang Dukung BALITPALMA dan PT. BOF Dalam Upaya Tingkatkan Ekspor

Tanjungpinang – Dalam upaya peningkatan ekspor, PT BOF mengirim sampel daun kelapa dan media tanam ke BALITPALMA melalui Bandara RHF Tanjungpinang. Karantina Pertanian Tanjungpinang memfasilitasi pengiriman sampel tersebut dengan melakukan sertifikasi (01/03).

Sampel daun kelapa dan media tanam tersebut akan dikirim ke BALITPALMA di Manado dan BALITRO di Bogor. Pengiriman sampel tersebut untuk dilakukan penelitian kandungan unsur hara, mineral dan bahan lain yang terkandung didalamnya.

Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan pemeriksaan terhadap sampel tersebut untuk menjamin kesehatannya dan tidak membawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kesesuaiannya, Pejabat Karantina Pertanian menerbitkan Sertifikat Kesehatan.

“Pengiriman sampel bagian tanaman kelapa merupakan salah satu upaya peningkatan produksi untuk tingkatkan ekspor. Upaya BOF dalam peningkatan kualitas dan perluasan pasar akan terus kita dukung,” ujar Raden, Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang.

Dari perkebunan kelapa yang sehat, BOF mengambil bahan baku kelapa untuk dijadikan beberapa produk olahan kelapa. Kesehatan tanaman kelapa dan vegetasi perkebunan harus mendapatkan jaminan kesehatan dari lembaga yang berwenang. Dari kelapa organik itulah BOF memproduksi santan, kelapa parut kering (LFDC), air kelapa siap minum dengan varian rasa, coco chips dan VCO.

Produk hasil olahan kelapa tersebut telah dikirim ke beberapa belahan dunia seperti Jerman, India dan Bangladesh. Sebagai komitmen peningkatan produksi dan peningkatan ekspor BOF mengirim sampel tersebut untuk dilakukan penelitian kandungan unsur hara dan bahan lain yang terkandung didalamnya agar kualitas produk semakin baik dan terjaga.

#LaporKarantina🦜🌱
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Optimis Sukseskan Gratieks, Bangladesh Terima LFDC asal Bintan

Optimis Sukseskan Gratieks, Bangladesh Terima LFDC asal Bintan

Tanjungpinang – Geliat ekspor komoditas pertanian berupa produk olahan kelapa dari Bintan terus berlanjut, hal ini sesuai harapan Menteri Pertanian untuk sukseskan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) komoditas pertanian. Bangladesh kembali menerima Low Fat Dessicated Coconut (LFDC) atau kelapa parut kering asal Bintan untuk kali ketiga (19/02).

Pejabat Karantina Pertanian Wilker Tanjung Uban melakukan pemeriksaan terhadap produk olahan kelapa di PT BOF, Kawasan Industri Lobam sebagai tempat lain pemeriksaan karantina, yang ditetapkan oleh Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang sesuai Permentan 38/2014 tentang tindakan karantina di luar tempat pemasukan/pengeluaran.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh Pejabat Karantina bertujuan untuk memastikan kesesuaian administrasi, fisik dan jumlah media pembawa OPT/OPTK yang dilaporkan oleh pemilik barang serta kesehatannya. Ekspor kelapa parut kali ini berjumlah 36 ton dengan nilai Rp355 juta.

“Ini adalah ekspor yang ketiga yang dilakukan BOF ke Bangladesh, dengan lancarnya ekspor ke beberapa negara tujuan atas produk olahan kelapa, kita optimis program Gratieks akan terlaksana,” ujar Raden, Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang.

Berdasarkan data IQFAST Karantina Pertanian Tanjungpinang, dua bulan pertama di tahun 2020 hanya ada satu kali ekspor produk olahan kelapa berupa santan kelapa tujuan Jerman, sementara di tahun 2021 sampai Februari ini sudah 7 kali ekspor produk olahan kelapa berupa santan kelapa dan kelapa parut kering (LFDC) dengan tiga negara tujuan, yaitu Jerman, India dan Bangladesh.

SobatQ, Pohon kelapa memiliki manfaat yang sangat banyak, dari bunga, kelapa muda, kelapa tua, sabut kelapa, tempurung kelapa, daun kelapa bahkan batang kelapa semua dapat dimanfaatkan. Bila tersedia lahan kosong jangan biarkan terbengkalai, tanamlah kelapa, karena pohon kelapa punya ekonomis yang tinggi.

#Gratieks
#LaporKarantina🐈🌴
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Karantina Pertanian Tanjungpinang Raih Penghargaan Sebagai Unit Kerja Pelayanan Publik Berprestasi Utama Bidang Pertanian

Karantina Pertanian Tanjungpinang Raih Penghargaan Sebagai Unit Kerja Pelayanan Publik Berprestasi Utama Bidang Pertanian

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) beri apresiasi kinerja kepada Unit Pelaksana Teknis di seluruh Indonesia pada acara yang bertajuk Penyerahan Penghargaan Abdi Bakti Tani & WBK/WBBM Unit Pelayanan Publik Karantina Pertanian Berprestasi Tahun 2020. Karantina Pertanian Tanjungpinang meraih penghargaan sebagai Unit Kerja Pelayanan Publik Berprestasi Utama Bidang Pertanian, plakat penghargaan tersebut yang diberikan langsung oleh Ali Jamil, Kepala Barantan.

Raden Nurcahyo Nugroho, Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang mengucapkan selamat atas raihan penghargaan yang dicapai dan terima kasih untuk seluruh dedikasi pegawai Karantina Pertanian Tanjungpinang dalam pelayanan publik.

“Alhamdulillah, kita mendapatkan penghargaan Abdibakti Tani Utama 2020. Selamat untuk kita semua serta ingat pesan Kepala Barantan agar semua terus bekerja keras dan ikhlas untuk melayani masyarakat,” ujar Raden.

Hasil yang didapatkan pada hari ini merupakan pembuktian dari ikhlas berbakti serta kerja keras yang dilakukan. Terus asah potensi diri, terus berkarya, dan manfaatkan waktu secara produktif. Namun jaga lupa akan kata “bersyukur”.

#LaporKarantina🐕🌱
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Sukseskan Gratieks, Karet Bintan Tembus Pasar Eropa

Sukseskan Gratieks, Karet Bintan Tembus Pasar Eropa

Tanjungpinang – Getah karet merupakan bahan baku terbaik untuk pembuatan ban, beberapa merk ban ternama di dunia telah menggunakan karet asal Bintan. Dalam upaya sukseskan program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), PBD ekspor karet sampai ke Eropa sebagai bahan baku ban melalui Pelabuhan Sri Bayintan Kijang (08/02).

Pejabat Karantina Pertanian Wilker Sri Bayintan Kijang melakukan pemeriksaan fisik terhadap karet lempengan yang akan diekspor ke Jepang, Turki, Mesir, Perancis dan Belanda dengan total volume 632,1 ton di tempat lain sebagai Tempat Pemeriksaan Karantina Pertanian, PT PBD. Pemeriksaan fisik bertujuan untuk memastikan komoditas yang dikirim betul-betul sehat, yaitu bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

Pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan kesehatan merupakan serangkaian kegiatan pemeriksaan sebelum diterbitkannya Phytosanitary Certificate (KT10). Penerbitan sertifikat karantina tersebut sebagai jaminan kesehatan dan keamanan sehingga setiap komoditas pertanian yang diekspor akan diterima dengan baik di negara tujuan.

Optimis sukseskan Gratieks, PBD terus memacu produksi dan mencari pasar baru tujuan ekspor. Apabila melihat data ekspor yang tercatat di sistem IQFAST Karantina Pertanian Tanjungpinang, pada bulan Januari 2020 PBD melakukan ekspor hanya dua kali ke USA dan Malaysia dengan total volume 463,6 ton, yang nilainya Rp8,4 miliar. Sementara di bulan Januari 2021 ekspor karet oleh PBD sudah terjadi delapan kali dengan volume 1.464,4 ton dengan nilai Rp33 miliar menuju enam negara.

Dengan data tersebut sehingga didapatkan prosentase frekuensi ekspor di bulan Januari Y on Y mengalami peningkatan 350%, peningkatan volume ekspor sebesar 215% dan nilai ekonomisnya juga mengalami peningkatan 291%.

“Dengan adanya peningkatan ekspor karet diawal tahun 2021, ini merupakan optimisme kita semua untuk sukseskan Gratieks. Eksportir tingkatkan kapasitas produksi dan tujuan ekspor, Karantina juga meningkatkan kapasitas pelayanan agar lebih baik, cepat, cermat dan akurat,” ujar Raden, Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang.

#Gratieks
#LaporKarantina
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Tim Gratieks Tanjungpinang Serentak Turun Lapangan Lakukan Pendampingan Eksportir

Tim Gratieks Tanjungpinang Serentak Turun Lapangan Lakukan Pendampingan Eksportir

Tanjungpinang – Dalam rangka menyukseskan gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks), Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho, memberikan tugas kepada tim Gratieks untuk menindaklanjuti kegiatan di lapangan terkait ekspor. Tim Gratieks bergerak serentak untuk melakukan tindak lanjut di lapangan mulai dari pertemuan dengan GM Garuda Indonesia, sambangi petani sayuran hingga pendampingan perusahaan eksportir yang berada di Kabupaten Bintan (03/02).
Tim Gratieks bertemu dengan GM Garuda Indonesia Tanjungpinang, Ryan Amirulfiras untuk mengumpulkan informasi terkait upaya membuka gerbang ekspor dari Tanjungpinang melalui penerbangan Garuda Indonesia Airways (GIA). Dalam pertemuan tersebut, pihak GIA sangat mendukung eksportir menggunakan Garuda untuk melakukan ekspor keluar negeri maupun domestik dengan dua jenis penerbangan yaitu secara umum (rute yang sudah ada) dan carter (rute sesuai permintaan). Selain itu, GIA juga bersedia membantu mencarikan buyer di negara tujuan bagi calon eksportir.
Tim Gratieks pun melakukan pendampingan kepada perusahaan eksportir dalam peningkatan ekspor tahun 2021. Perusahaan tersebut adalah PT BOF yang bergerak dibidang pengolahan kelapa yang terletak di Kecamatan Sri Kuala Lobam, Bintan. Pertemuan tim Gratieks dengan perusahaan tersebut disambut baik oleh Fery, manajer operasional BOF. BOF sangat optimis dalam peningkatan ekspor di tahun 2021 dengan dilakukannya pengembangan pabrik untuk peningkatan produksi.
Selanjutnya, Tim Gratieks juga bertemu dengan pemilik CV BB di daerah Kijang, Bintan Timur. Pemilik yang selama ini telah melakukan ekspor arang akan menentukan kepastian ekspor di bulan Maret, salah satu kendala yang dihadapi adalah kekurangan bahan baku. Pemilik juga menyampaikan bahwa ia telah memiliki pembeli serai dan cabai di Jepang dengan adanya penawaran dari GIA.
“Secara umum, kinerja ekspor komoditas pertanian dari Tanjungpinang tidak terpengaruh pandemi Covid-19. Bahkan di tahun 2020 tren ekspor pertanian meningkat, semoga tahun ini lebih baik dan terus naik,” ujar Raden.
Sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bahwa di tahun 2021 diharapkan ekspor komoditas pertanian mampu tumbuh 20% dari tahun lalu. Tahun berikutnya meningkat lagi dan lagi, sehingga peningkatan tiga kali lipat ekspor akan tercapai di tahun 2024.
Semoga dengan adanya pembukaan jalur direct call cargo oleh GIA, kerjasama antar perusahaan yang bersinergi, dan pendampingan oleh Tim Gratieks Karantina Tanjungpinang dapat mempermudah para eksportir dalam meningkatkan kegiatan ekspor nantinya serta dapat menyukseskan Gratieks di tahun 2021.
Waspada Penyakit Nipah, Karantina Pertanian Tanjungpinang Gelar Operasi Patuh

Waspada Penyakit Nipah, Karantina Pertanian Tanjungpinang Gelar Operasi Patuh

Tanjungpinang – Terjadinya wabah penyakit Nipah yang menyerang peternakan babi di Malaysia, menjadi kewaspadaan Karantina Pertanian Tanjungpinang. Tim Pengawasan dan Penindakan (P2) Karantina Pertanian Tanjungpinang melaksanakan Operasi Patuh Karantina di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban, Sabtu (30/01).
Pelaksanaan operasi patuh merupakan implementasi dari Pasal 82 UU No. 21 Tahun 2019. Adanya operasi patuh ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan kepedulian masyarakat akan pentingnya kesehatan, keamanan komoditas pertanian yang dilalulintaskan.
Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho menjelaskan, “Apabila ditemukan pelanggaran maka dikedepankan mengedukasi masyarakat untuk patuh dan lapor karantina.”
“Virus Nipah yang terjadi di Malaysia harus menjadi kewaspadaan kita semua, karena penyakit ini bersifat zoonosis yang artinya dapat menular dari hewan ke manusia,” ujar Raden.
Operasi patuh karantina merupakan eksistensi Pejabat Karantina Pertanian ke masyarakat di semua tempat pemasukan dan pengeluaran, sekaligus meningkatkan sinergitas dengan instansi terkait di pelabuhan. Turut terlibat Kepolisian Kawasan Pelabuhan Polsek Bintan Utara, Bea dan Cukai Tanjung Uban, POMAL, Babinsa Koramil Tanjung Uban, KSOP, KKP, BKIPM, dan BPTD Tanjung Uban. Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh alat angkut yang datang maupun berangkat, dari dan ke Batam.
Operasi patuh yang berlangsung selama tujuh jam berhasil menjaring tiga mobil pribadi yang membawa bibit tanaman (buah, hias, obat) tanpa dilengkapi Sertifikat Kesehatan dari daerah asal. Satu mobil pribadi membawa sayuran, buah-buahan dan sosis. Terhadap pelaku pelanggaran dilakukan edukasi oleh Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang.
0
Connecting
Please wait...
Kirim Pesan

Silakan tinggalkan pesan.

Nama Anda
* Email
* Isi Pesan Anda
Login

Butuh Bantuan lain? Kirim Email ke bkp2tpi@yahoo.co.id.

Nama Anda
* Email
* Isi Pesan
Kami Online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?