On Air, Pimpinan Karantina Tanjungpinang Sosialisasikan Penjaminan Kesehatan Hewan Kurban

On Air, Pimpinan Karantina Tanjungpinang Sosialisasikan Penjaminan Kesehatan Hewan Kurban

Tanjungpinang (22/06), Jelang Hari Raya IdulAdha 1441 H, Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang Raden Nurcahyo on air di RRI Kota Tanjungpinang, untuk menyampaikan beberapa hal tentang jaminan kualitas hewan kurban.

BKP TPI memiliki petugas karantina atau pejabat fungsional yang bertugas di wilker-wilker, yang bertugas 7 hari tanpa ada libur, yang memeriksa lalu lintas seluruh komoditas pertanian, salah satunya adalah sapi-sapi yang diperuntukkan hewan kurban.

Sapi yang masuk ke Tanjungpinang berasal dari Lampung Tengah, Ogan ilir, Batang hari, Tanjung Jabung Barat dan Sijunjung.

Petugas karantina melakukan pemeriksaan meliputi pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik dan juga melakukan pengambilan sampel darah untuk dilakukan pengujian laboratorium dengan SLA 2 hari.

Menjelang iduladha karantina membantu Dinas Pertanian Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan dengan membentuk tim pemeriksaan hewan kurban yaitu pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Pemeriksaan ante mortem merupakan pemeriksaan fisik sebelum hewan kurban tersebut dipotong sedang pemeriksaan post mortem adalah pemeriksaan setelah hewan tersebut dipotong, meliputi pemeriksaan daging dan organ dalam hewan seperti hati, paru, usus, dll.

Dalam pembentukan tim pemeriksaan hewan kurban ini diharapkan nantinya bisa menjangka seluruh masjid-masjid yang melakukan pemotongan hewan kurban.

Menjawab pertanyaan dari masyarakat tentang hewan kurban, Raden menjelaskan bahwa, “Merujuk pada OIE dan informasi dari gugus tugas covid, covid-19 tidak menular ke hewan ternak, penularan hanya melalui manusia ke manusia. Akan tetapi ada penyakit-penyakit pada hewan yang perlu menjadi perhatian kita antara lain jembrana, brucellosis dan penyakit anthrax. Untuk mencegah penyakit jembrana pemasukan sapi dipersyaratkan untuk melampirkan hasil uji laboratorium bebas penyakit jembrana dengan metode PCR.”

Petugas Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan pengambilan sampel untuk uji brucellosis, selain itu wilayah Sumatera daratan dan Kepri sudah bebas dari penyakit brucellosis sejak 10 tahun yg lalu. Wilayah Kepri juga masih bebas dengan Penyakit anthrax yg umum terjadi di pulau Jawa.

“Cuaca ekstrim seperti saat ini sangat mempengaruhi kondisi hewan dan munculnya penyakit hewan, seperti diare dan cacingan. Dalam kondisi cuaca ekstrim seperti sekarang ini disarankan agar kandang untuk sapi/kambing dipastikan ada dinding penyekat untuk menahan udara dingin, lantai tidak boleh kotor dan agar selalu dibersihkan, selain itu posisi hewan lebih baik menghadap sinar matahari.” Ujarnya.

Selama transportasi hewan ternak sangat dimungkinkan mengalami stress, cara mengantisipasinya apabila jarak perjalanan cukup jauh agar berhenti setiap 3 jam, setelah sampai dikandang agar diistirahatkan dan ditaruh ditempat yang teduh, dan atap jangan terlalu rendah untuk menjaga sirkulasi udara tetap bagus.

Untuk petugas pemotong hewan kurban pastikan dalam memotong hewan, organ-organ diletakkan ditempat yang bersih dengan dilapisi plastik bening, tidak diinjak2 dan jangan sambil merokok.

Untuk mencegah sapi dikerumuni lalat bisa menggunakan bahan-bahan organik seperti serbuk mahoni atau bisa disediakan kertas lalat di beberapa titik tempat pemotongan. Karena lalat dan nyamuk penghisap darah bisa berpotensi menularkan penyakit dari hewan satu ke hewan lainnya. Selain itu hewan juga bisa dimandikan 1-3 hari menjelang hari H.

“Perhatikan protokol kesehatan, petugas pelaksana agar tetap menjaga jarak dan menggunakan masker dan mengindari kerumunan, agar distribusi daging tetap higienis, sehat dan aman dikonsumsi oleh masyarakat”, tutupnya.

140 Kg Kacang Panjang Pulau Bintan Siap Membanjiri Pasar Batam

140 Kg Kacang Panjang Pulau Bintan Siap Membanjiri Pasar Batam

Hari ini, Senin (22/06) sebanyak 140 kg kacang panjang yang berasal dari para petani di Pulau Bintan siap dipasarkan menuju Kota Batam melalui Pelabuhan RoRo Tanjung Uban. Suradi selaku petugas karantina yang bertugas di wilker Tanjung Uban menyatakan “kacang panjang yang dilalulintaskan sudah disertifikasi dan di periksa hasilnya aman dan layak untuk di konsumsi.” Dengan semakin meningkatnya produk pertanian yang dihasilkan dari Pulau Bintan diharapkan akan meningkatkan kembali gairah ekonomi para petani Pulau Bintan yang sempat lesu karena adanya pendemi,”ujarnya.

Meskipun Mentari Enggan Bersinar, Ekspor Karet Tetap Berlayar

Meskipun Mentari Enggan Bersinar, Ekspor Karet Tetap Berlayar

Beberapa hari belakangan, alam seperti bersedih dan mentari bersembunyi dibalik pekatnya awan. Namun semangat pengusaha karet tak pernah mendung. Ekspor karet yang biasa mereka lakukan tetap berjalan.

Hari ini Senin (22/06) petugas Karantina Pertanian Wilker Sri Bayintan Kijang bertolak ke PT. Pulau Bintan Djaya untuk melakukan pemeriksaan terhadap karet yang akan diekspor. PT. Pulau Bintan Djaya akan melakukan ekspor untuk tanggal 23 Juni 2020 sebanyak 1169,28 ton tujuan China dengan nilai ekonomis 6,24 M rupiah, 211.680 kg tujuan Korea Selatan dengan nilai ekonomis 3,88 M rupiah dan 43.680 kg tujuan Mesir dengan nilai ekonomis 745,137 juta rupiah. Keberangkatan ekspor karet ini dilakukan via laut.

Yuk sobatQ, mari terus kita dukung gerakan ekspor sebagai salah satu langkah kita cinta pada negeri.

#LaporKarantina

#KarantinaPertanianTanjungpinang

Ayo Makan Buah…

Ayo Makan Buah…

Tanjungpinang (21/06) Buah merupakan salah satu makanan dengan banyak manfaat dan rasa yang nikmat. Kandung vitaminnya baik untuk menjaga daya tahan tubuh terutama di tengah pandemi saat ini. Agar tubuh tetap fit, sebaiknya dikonsumsi tiap hari.

Hari ini, di temani dengan curahan hujan, petugas karantina memeriksa pemasukkan buah sebanyak 3,5 ton asal Kuala tungkal yang masuk melalui Pelabuhan Dompak. Buah-buahan tersebut diantaranya : Buah salak, melon, mangga dan semangka. Buah tersebut nantinya akan diedarkan di berbagai toko buah di Tanjungpinang agar kebutuhan masyarakat akan buah tercukupi.

Buah kaya akan manfaat karena itu jangan lupa makan buah yaa..!

#LaporKarantina

#KarantinaPertanianTanjungpinang

Ke Tarempa, Bibit Tanaman Buah dan Aglaonema Lapor Karantina

Ke Tarempa, Bibit Tanaman Buah dan Aglaonema Lapor Karantina

Sri Bintan Pura, Tanaman Buah dan Bunga Hias saat ini sedang menjadi tren, banyak permintaan dari penghobis atau masyarakat umum untuk dijadikan tabulampot sebagai penghias rumah, halaman atau pekarangan.

Hari ini, minggu (21/06) Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang Wilker Pelabuhan Laut Sri Bintan Pura melakukan tindakan pemeriksaan terhadap 50 batang bibit tanaman buah (alpukat, mangga, belimbing, rambutan, sawo dan kelengkeng) dan 10 batang bunga Aglaonema tujuan Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas menggunakan kapal KM. Sabuk Nusantara 83. Bibit tersebut sebagian berasal dari Batam dan sebagian dari Tanjungpinang.

Pemeriksaan terhadap pemasukan dan pengeluaran bibit ini dilakukan untuk memastikan kebenaran jumlah dan jenis serta pemeriksaan fisik. Setelah Media Pembawa dinyatakan sesuai dan bebas dari OPT/OPTK, terhadap bibit dan bunga tersebut diterbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan antar area (KT -12).

Mari laporkan Tumbuhan dan hasil tumbuhan yang akan dilalulintaskan antar area ke Karantina Pertanian.

#LaporKarantina

#KarantinaPertanianTanjungpinang

Ekspor Tiada Henti, 1.125 Ekor Babi Menyeberang Lintas Negara

Ekspor Tiada Henti, 1.125 Ekor Babi Menyeberang Lintas Negara

Kebutuhan daging babi di Negara Singapura yang kontinyu, mau tidak mau memaksa perusahaan peternakan babi di Pulau Bulan untuk menjaga kestabilan kegiatan ekspor. Hal tersebut mendapat dukungan penuh dari Petugas Karantina Wilker Pulau Bulan untuk membantu kelancaran kegiatan tersebut.

Hari ini, Minggu (21/06) sebanyak 1.125 ekor babi yang sudah di sertifikasi dan dipastikan kesehatannya oleh petugas karantina, siap mengarungi lautan menuju negara barunya untuk memenuhi kebutuhan pangan negara tetangga.

#LaporKarantina

#KarantinaPertanianTanjungpinang

Siap Siaga, Pengawasan Rutin Pelabuhan Barek Motor Kijang

Siap Siaga, Pengawasan Rutin Pelabuhan Barek Motor Kijang

Petugas Wilker Kijang rutin melakukan pengawasan di pelabuhan masyarakat atau pelabuhan yang belum ditetapkan. Kegiatan ini dilakukan sebagai antisipasi untuk mencegah masuknya HPHK/OPTK yang terbawa oleh media pembawa yang dilalulintaskan melalui pelabuhan tidak resmi.

Di Hari Minggu (21/06) ini, petugas Karantina Pertanian Wilker Sri Bayintan Kijang melakukan pengawasan rutin di Pelabuhan tidak resmi Barek Motor Kijang. Hasil pengawasan oleh petugas, tidak ditemukan kegiatan bongkar muat media pembawa HPHK/OPTK dipelabuhan tersebut.

Meskipun demikian, untuk kedepannya petugas tetap akan melakukan pengawasan secara rutin di pelabuhan ini. Posisi pelabuhan yang dekat dengan pasar, menjadi hal yang sangat strategis untuk melakukan bongkar muat barang kebutuhan sehari-hari yang diperjualbelikan di pasar.

SobatQ, tetap semangat ya dalam beraktifitas meskipun di hari libur. Semoga dengan semangat yang kita punya, kita dapat mencegah masuk dan tersebarnya HPHK/OPTK pada media pembawa yang dilalulintaskan di pelabuhan yang tidak resmi.

Syahdu, 13 Ekor Sapi Bali Tiba di Bintan

Syahdu, 13 Ekor Sapi Bali Tiba di Bintan

Tanjungpinang (21/06), Hujan lebat yang mengguyur pulau bintan hampir sepanjang hari di akhir pekan ini membuat sebagian orang mager alias malas gerak, lebih enak tidur2an di rumah menikmati semangkuk bakso sambil menonton televisi, tapi kenikmatan itu tidak berlaku bagi petugas karantina.

13 Ekor sapi jenis sapi bali asal Jambi via Batam mendarat dengan syahdu ditengah rintik hujan juga tak luput dari pengawasan dan pemeriksaan fisik oleh petugas karantina wilker Tanjung Uban di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban.

#LaporKarantina

#KarantinaPertanianTanjungpinang

Dengan Beras Kita Bekerja Keras

Dengan Beras Kita Bekerja Keras

Mendengar kata beras tentu saja sudah sangat tidak asing lagi di telinga kita. Karena beras merupakan salah satu bahan makanan pokok kita sebagai warga negara Indonesia. Tapi jangan dimakan mentah ya, keras lho,, Berasnya dimasak dulu menjadi nasi, baru deh dimakan.

Di hari Sabtu (20/06) yang cerah ini ada pemasukan beras lagi dari daerah Jakarta Utara yang diberangkatkan dari Pelabuhan Sunda Kelapa yang dimasukkan melalui Pelabuhan Sri Bayintan Kijang. Kali ini beras yang dilalulintaskan sebanyak 10.000 kg yang diangkut dengan Kapal KM. Indah Abadi.

Sebagai petugas karantina, kita wajib untuk tetap mengawasi setiap pemasukan atau pengeluaran media pembawa. Meskipun media pembawa telah dilengkapi dokumen dari daerah asal, kita tetap harus memeriksa kesesuaian antara media pembawa dan dokumen karantina. Semangat petugas karantina di hari libur ini tak pernah surut karena ada beras yang selalu menjadi bahan bakar tubuh untuk kita tetap bisa bekerja keras.

SobatQ, di sabtu yang biru ini mari kita menyatu memantapkan langkah untuk bersatu memastikan kesehatan dan keamanan setiap media pembawa yang dilalulintaskan.

#LaporKarantina

#KarantinaPertanianTanjungpinang

0
Connecting
Please wait...
Kirim Pesan

Silakan tinggalkan pesan.

Nama Anda
* Email
* Isi Pesan Anda
Login

Butuh Bantuan lain? Kirim Email ke bkp2tpi@yahoo.co.id.

Nama Anda
* Email
* Isi Pesan
Kami Online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?