Diminati, Ekspor Produk Kelapa Bintan ke Eropa Terus Meningkat

Diminati, Ekspor Produk Kelapa Bintan ke Eropa Terus Meningkat

Tanjungpinang – Semangat Ramadan tampak di raut wajah karyawan PT. BOF. Di hari pertama puasa, PT. BOF kembali melakukan ekspor ke Eropa, Jumat (24/04).

Dua produk olahan kelapa berupa santan kelapa organik 49,3 ton dan tepung kelapa 36,5 ton diekspor ke Jerman dengan nilai Rp. 1,8 Miliar. Ini merupakan ekspor yang keempat di tahun 2020. Hal yang menggembirakan, jumlah produk yang diekspor dari PT. BOF terus meningkat, bukti bahwa pasar Eropa menyukai produk kelapa dari Bintan.

Heru Trisnugraha, Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang saat melakukan pemeriksaan menyatakan bahwa, “Karantina memastikan bahwa produk ekspor ini sudah memenuhi protokol kesehatan yang diwajibkan negara tujuan, dimana salah satu syarat paling penting yaitu produk kelapa ini harus bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)”.

Sementara itu Yovita, perwakilan PT. BFO menyatakan, “Perusahaan telah menerapkan sanitari dan higienitas produk yang ketat mulai dari pengolahan hingga pengepakan sesuai standar permintaan dari Uni Eropa”.

SobatQ, semoga berkah Ramadan ini menjadi berkah untuk semua. Harapannya, perusahaan cukup mendapatkan bahan baku berupa kelapa jambul dari petani di sekitar Kepulauan Riau, sementara negara tujuan ekspor juga tetap setia menerima komoditas pertanian kita yang telah siap konsumsi ini. Seiring dengan datangnya bulan Ramadan ini semoga ekspor meningkat dan pandemi Covid-19 segera berakhir.

#Laporkarantina
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Sambut Ramadan dengan Bagikan Sembako dan Masker

Sambut Ramadan dengan Bagikan Sembako dan Masker

Tanjungpinang – Pandemi Covid-19 sangat berdampak ke semua sektor ekonomi masyarakat. Kebijakan pemerintah mengurangi aktivitas masyarakat mengakibatkan banyak warga kehilangan penghasilan, salah satunya sektor pelabuhan. Sepinya penumpang dan berkurangnya bongkar muat barang di pelabuhan dan Bandara sangat dirasakan oleh buruh bongkar, tukang becak, tukang ojek dan masyarakat disekitarnya.

Melihat kondisi tersebut, Kamis (23/04) Karantina Pertanian Tanjungpinang melaksanakan gerakan Karantina Peduli berupa pembagian paket sembako, masker dan pemeriksaan suhu bagi warga yang terdampak. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan serentak di lima lokasi yaitu Pelabuhan Sri Bintan Pura, Pelabuhan Kijang, Bandara RHF, Pelabuhan Sri Payung Batu 6 dan Tanjung Uban dengan total sembako 300 paket dan 1000 Masker.

“Pembagian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Karantina Pertanian terhadap masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi penerimanya dan pandemi ini segera berakhir. Apalagi ini jelang Ramadhan, semoga bisa sedikit mengurangi beban mereka,” ujar Donni selaku Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang.

Karantina pertanian Tanjungpinang begitu peduli dengan kesehatan dan kebutuhan pangan masyarakat Kepri. Mari bersama cegah penyebaran Covid-19 dengan tetap di rumah. Biarkan pejabat karantina tetap bertugas memeriksa dan mengawasi lalu lintas komoditas pertanian agar tetap tersedia bagi masyarakat.

#LaporKarantinaπŸ•πŸŽ
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Reasesmen, Komitmen Laboratorium Karantina Pertanian Tanjungpinang Jaga Mutu Layanan Pengujian

Reasesmen, Komitmen Laboratorium Karantina Pertanian Tanjungpinang Jaga Mutu Layanan Pengujian

Demi menjaga keberlanjutan akreditasi dan penilaian kesesuaian aspek teknis serta aspek manajemen laboratorium, maka selama 2 hari (23-24/4) dilakukan asesmen ulang (re-asesmen) terhadap Laboratorium Karantina Pertanian Tanjungpinang oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Kegiatan dilakukan secara daring (remote assesment) sebagai tindak lanjut kebijakan KAN terkait dampak Covid-19 terhadap proses akreditasi dan proses kesesuaian.

Asesmen ulang dilakukan seiring dengan akan berakhirnya masa berlaku sertifikat akreditasi Laboratorium Uji Karantina Pertanian Tanjungpinang yang dirilis oleh KAN empat tahun yang lalu. Sebagaimana diketahui, Karantina Pertanian Tanjungpinang sudah menerapkan SNI – ISO/IEC 17025 : 2017 dengan ruang lingkup pengujian deteksi antibodi terhadap Brucella abortus dengan metode Rose Bengal Test (RBT) dan Identifikasi Morfologi Tribolium castaneum.

Adapun tim asesor terdiri dari asesor kepala yaitu Dr. Saptowo J. Pardal yang lakukan asesmen terhadap aspek teknis dan Ratri Alfitasari sebagai asesor anggota yang fokus lakukan asesmen pada aspek manajemen. Proses diskusi dan tanya jawab antara tim asesor dengan manajemen maupun personil laboratorium, berjalan dengan lancar.

“Secara umum Laboratorium Karantina Pertanian Tanjungpinang sudah konsisten menerapkan Sistem Manajeman Mutu sesuai dengan SNI – ISO/IEC 17025 : 2017 dan hanya beberapa persyaratan yang perlu ditingkatkan implementasinya.” ungkap Saptowo jelang penutupan asesmen.

Sementara itu Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Donni Muksydayan menyatakan bahwa, “Karantina Pertanian Tanjungpinang akan senantiasa memberikan pelayanan pengujian secara profesional dengan mengutamakan mutu dan kepuasan pelanggan sesuai standar yang ditetapkan”. Lebih lanjut Donni sampaikan, “dengan adanya hasil pengujian yang terakreditasi, dapat memberikan jaminan kesehatan terhadap produk pertanian yang dilalulintaskan dan mendukung tindakan karantina yang diambil,” ungkapnya.

#LaporKarantina
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Jelang Ramadhan, Karantina Pertanian Tanjungpinang Lakukan Pengawasan Terpadu

Jelang Ramadhan, Karantina Pertanian Tanjungpinang Lakukan Pengawasan Terpadu

Ditengah pandemi covidc19 ini pengawasan dan pelayanan Karantina Pertanian Tanjungpinang tetap berjalan seperti biasanya. Namun menjelang bulan ramadhan ini pengawasan pemasukan komoditas pertanian semakin diperkuat oleh pejabat Karantina bersama instansi terkait di seluruh pintu masuk yang ada di Pulau Bintan. Selain untuk mencegah pemasukan ilegal, juga untuk menjamin kesehatan dan keamanan produk pangan yang masuk. Salah satu pelabuhan yg menjadi prioritas pengawasan adalah Pelabuhan penyeberangan Bintan-Batam di Tanjung Uban. Senin (20/04) pejabat Karantina bersama BC, BKIPM dibantu kepolisian pelabuhan mengadakan pengawasan terpadu di pelabuhan tersebut.

Komoditas pertanian sebagian besar merupakan bahan pangan bagi masyarakat, sehingga lalu lintasnya masih sangat dibutuhkan bagi masyarakat kepulauan apalagi menjelang ramadhan. Terhadap komoditas tersebut dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur karantina, sedangkan terhadap pemilik atau sopirnya diwajibkan memakai masker dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum naik kapal dan setelah turun kapal.

Korwasdak Karantina Pertanian Tanjungpinang Khalid Daulay dalam arahannya menyatakan, “Pengawasan terhadap lalu lintas media komoditas pertanian tetap dilakukan sebagaimana biasa, bagi petugas pelaksana wajib menggunakan APD saat bertugas dan tetap jaga jarak dengan siapa pun saat melakukan pengawasan sesuai protokol keamanan yang telah ditetapkan sehubungan dengan terjadinya pandemi covid-19.”

“Semoga kita semua senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT, tetap waspada, jangan panik, jaga stamina, selalu pakai APD, tetap jaga jarak dan tetap semangat.” Tutupnya.

SobatQ, Karantina Pertanian Tanjungpinang bersama Kepolisian Kawasan Pelabuhan Tanjung uban, Bea Cukai Tanjung uban, BKIPM, BPTD, PT. ASDP berkomitmen melakukan pelayanan dan pengawasan bersama, minimalisir lalu lintas orang tanpa kepentingan dan tetap gunakan prinsip social distancing untuk mencegah penyebaran covid-19.

#BersamaLawanCovid-19

#KarantinaPertanianTanjungpinang

Meskipun Pandemi, Bintan Kembali Ekspor Rp1,3 M Santan Kelapa ke Jerman

Meskipun Pandemi, Bintan Kembali Ekspor Rp1,3 M Santan Kelapa ke Jerman

Tanjungpinang (16/4) β€” Jerman kembali menyambut baik produk unggulan Indonesia milik petani di sekitar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang diolah PT Bionesia Organic Foods (PT BOF). Kali ini, Bionesia mengekspor santan organik dalam kemasan kaleng sejumlah 49,4 ton ke Jerman dengan nilai Rp1,3 miliar.

Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan pemeriksaan fisik terhadap bahan baku santan berupa kelapa tua jambul yang dibeli PT BOF dari petani kelapa di sekitar Kepri. Sesuai amanat UU Nomor 21 Tahun 2019, PT BOF juga melaporkan produk olahan kelapanya yang akan diekspor ke Jerman kepada pejabat karantina pertanian.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang Donni Muksydayan menyatakan, “Ini adalah ekspor santan kelapa ketiga dari BOF di tahun 2020. Hingga saat ini totalnya 107,8 ton yang nilainya mencapai Rp2,6 miliar berdasarkan data karantina di sistem IQFAST.”

“Di tengah pandemi Covid-19 yang menerpa dunia, ekspor komoditas pertanian kita ke Jerman adalah sebuah berkah bagi petani kita yang patut disyukuri, agar kesejahteraan petani semakin baik dari waktu ke waktu,” tutupnya.

SobatQ, Karantina Pertanian Tanjungpinang tetap melayani sertifikasi komoditas pertanian yang akan dilalulintaskan meski kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), untuk menjamin keamanan dan kesehatan komoditas pertanian sehingga diterima dengan baik oleh negara tujuan.

#LaporKarantina
#KarantinaPertanianTanjungPinang

Karantina Pertanian Tanjungpinang Pastikan Kelancaran Lalu Lintas Komoditas Pertanian

Karantina Pertanian Tanjungpinang Pastikan Kelancaran Lalu Lintas Komoditas Pertanian

Tanjungpinang (12/4) β€” Pemerintah telah menetapkan peraturan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, bukan berarti semua layanan pemerintahan tutup. Karantina Pertanian termasuk salah satu instansi yang tetap membuka layanan dalam kondisi PSBB guna memastikan lalu lintas bahan pangan, baik berupa hewan maupun tumbuhan, tetap aman dan berjalan lancar.

β€œKita harus mendukung upaya pencegahan penyebaran virus korona. Protokol layanan publik pemerintah wajib dipatuhi. Meski kami membatasi jumlah pegawai yang bertugas, tetapi pelayanan dan pengawasan tetap berjalan konsisten,” ujar Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang Donni Muksydayan.

“Apalagi di situasi seperti ini. Kita harus bisa memberi ketenangan pada masyarakat bahwa bahan pangan akan terus tersedia dan pengirimannya harus lancar, jangan dipersulit,” tegas Donni lebih lanjut.

SobatQ, lalu lintas manusia harus dibatasi pada kondisi pandemi seperti sekarang ini. Namun, Indonesia adalah negara kepulauan, sebagian besar pulau-pulau kecilnya tetap membutuhkan bahan pangan dari Pulau Jawa maupun Sumatra. Oleh karena itu, kegiatan pengiriman komoditas pertanian tersebut harus dipastikan berjalan lancar.

#LaporKarantina
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Siaga Covid-19, Karantina Pertanian Amankan Produk Pertanian Ilegal di Sejumlah Daerah

Siaga Covid-19, Karantina Pertanian Amankan Produk Pertanian Ilegal di Sejumlah Daerah

Rilis Kementan, 12 April 2020
Nomor : 272/R-KEMENTAN/04/2020

Jakarta — Meski saat ini Indonesia dilanda wabah virus corona (Covid-19), namun Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus melalukan peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas pertanian dan produk turunannya.

Dari data pengawasan dan penindakan (wasdak) di bidang Kepatuhan Perkarantinaan tercatat selama triwulan I tahun 2020 sebanyak 2.657 kali penindakan penahanan, penolakan hingga pemusnahan. Terjadi peningkatan sebesar 28% dari periode yang sama di tahun 2019, yang hanya berjumlah 1.920 kali.

“Tindakan ini merupakan hasil pengawasan unit pelaksana teknis karantina pertanian diseluruh Indonesia bersama dengan aparat keamanan baik Polri, TNI dan instansi kepabeanan, ” kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian di Jakarta, Minggu (12/4/2020).

Menurutnya, dalam melakukan kewasdakan pihaknya meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait. Ada saja pihak-pihak yang memanfaatkan situasi serba terbatas ini, jelasnya.

Beragam Modus

Agus Sunanto, plt Kepala Pusaf Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Barantan pada saat yang sama membeberkan beberapa modus penyelundupan yang berhasil digagalkan pihaknya.

Beragam modus, seperti penahanan 1.000 unggas terdiri dari 509 ayam, 506 burung asal Thailand yang diselundupkan menggunakan kapal KM Brahma. Ditemukan oleh Tim Patroli laut BC Kanwil DJBC Aceh, di perairan Aceh Tamiang (14/3). Kemudian diserahkan untuk di proses lebih lanjut oleh Karantina Pertanian Belawan (16/3).

Ada juga dari Karantina Tanjung Pinang yang mendapati 1 ekor bearded dragon beberapa ekor kura-kura sulcata dan pardalis yang dikemas sebagai makanan ringan dengan rencana tujuan Jakarta (9/4).

Dan yang baru saja terjadi di Surabaya berupa 223 burung endemis asal Sulawesi seperti manyar, reo-reo, perling, nuri kecil dan kolibri dari pelabuhan Makassar. Berhasil digagalkan oleh petugas Karantina Pertanian Surabaya bermodus disembunyikan di kabin truk di KM Daema Rucitra (9/4)

Semua kasus yang dapat membahayakan kelestarian sumber daya alam hayati ini akan diproses sesuai dengan UU 21/2019 tentang KHIT, pasal 35. Selanjutnya apabila terbukti melanggar, sanksi hukuman maksimal 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 2 milyar.

“Kami himbau masyarakat, untuk bersama kami turut menjaga. Mustahil kita bisa swasembada pangan bahkan ekspor jika hewan dan tumbuhan kita tidak sehat dan aman,” tukas Jamil.

Narasumber :
1. Ali Jamil, Ph.D – Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian
2. drh. Agus Sunanto, MM – plt. Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Barantan

0
Connecting
Please wait...
Kirim Pesan

Silakan tinggalkan pesan.

Nama Anda
* Email
* Isi Pesan Anda
Login

Butuh Bantuan lain? Kirim Email ke bkp2tpi@yahoo.co.id.

Nama Anda
* Email
* Isi Pesan
Kami Online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?