Menggali Potensi Ekspor Pertanian Provinsi Kepri

Menggali Potensi Ekspor Pertanian Provinsi Kepri

Dibuka oleh Wakil Bupati Bintan  Drs. H. Dalmasri Syam, MM Balai karantina Pertanian Tanjungpinang menggelar FGD dengan tema Menggali Potensi Ekspor Pertanian Kepri.  Acara yang diselenggerakan pada hari Selasa(27/8) di De Bintan Villa ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pertanian, ketahanan pangan & kesehatan Provinsi Kepri, kepala Dinas perindustrian & Perdangangan Prov Kepri, kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian kepri dan Pemilik CV. Gebrina Rizki yang merupakan eksportir dari Tanjung Balai Karimun. Peserta yang hadir  30 kelompok tani Bintan dan 10 dari Kota Tanjungpinang, penyuluh, Perwakilan Lagoi, pengusaha pertanian dan eksportir, Bulog, BPS, Bea Cukai, kantor dinas terkait seperti Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Kepri, Kabupaten Bintan dan Kota tanjungpinang, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian,  dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungpinang serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, Kepala Balai Benih Induk (BBI) Provinsi Kepri, dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bintan yang juga pernah menjabat sebagai ketua Himpunan kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bintan mengapresiasi FGD yang mengundang seluruh keluarga pertanian yang ada di Kepulauan Riau. Beliau berharap agar semua pihak baik unsur petani, pemerintah dan pengusaha mempunyai komitmen yang sama dalam membangun pertanian di Kepri.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang Donni Muksydayan mengatakan potensi pasar pertanian di Provinsi Kepri sangat besar. Saat ini hampir kebutuhan pangan masyarakat Kepri didatangkan dari luar Kepri. Bintan juga mempunyai kawasan wisata lagoi yang dikunjungi 1.5 juta wisatawan pertahun. Potensi ekspor juga besar karna wilayah kepri dekat dengan Malaysia dan Singapore.  Berdasarkan data badan karantina pertanian sepanjang 2019 ini Nilai ekonomis ekspor produk pertanian dari kepri mencapai 4 trilyun lebih dengan Negara tujuan USA, Arab, Eropa, China, Malaysia dan Singapore dll. Komoditas yang disertifikasi oleh 3 kantor karantina Pertanian batam, Tanjungpinang dan Tanjung balai Karimun tersebut berupa Kelapa dan produk olahannya, karet, sarang burung wallet, kakao, CPO dan babi potong.

Donni menambahkan banyak potensi pertanian dan Perkebunan yang dimiliki kepri namun sudah menjadi komoditas ekspor di daerah lain seperti sayuran, pisang, produk olahan kelapa seperti meat coconut, santan,tepung kelapa, sapu lidi. Bahkan rumput laut dari Sulawesi selatan sudah rutin ekspor ke China dimana prosuk tersebut sangat berpotensi dikembangkan di kepri.

Kadis pertanian berharap ada investor yang mau berinvestani disektor pertanian. Beliau juga berharap pihak lagoi mau menyerap hasil pertanian Bintan untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran di Lagoi. Sementara kadis Perindag menekankan perlunya ditingkatkan kualitas dan standard produk pertanian agar dapat masuk ke negera tetangga seperti Singapore.

Merespon permintaan tersebut pihak lagoi siap memfasilitasi pertemuan petani dengan pihak hotel yang ada di lagoi. Sementara pemilik CV… Acin membuka peluang kerjasama dengan petani terkait kebutuhan bahan baku ekspor mereka berupa kulit bakau ke Philipina dan produk kelapa ke China.  kebutuhan kulit bakau 200 ton perbulan dimana mereka baru sanggup ekspor 50 ton. demikian juga ekspor ke Cina yang kebutuhannya 600 ton perbulan.

Banyak informasi menarik yang didapat dari FGD tersebut. Donni berharap hasil diskusi ini dapat diimplementasikan. Petani akan bergairah bertani sejauh ada kepastian pasar terhadap hasil pertanian mereka sehingga sinergi antar pihak mulai dari petani, pemerintah dan pengusaha terbangun baik demi pembangunan sektor pertanian Kepri dalam meningkatkan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani.

Ekspor Karet Memperkuat Merah Putih

Ekspor Karet Memperkuat Merah Putih

Tanjungpinang (15/8) Momen istimewa terjadi dibulan Agustus ini karena jelang diperingatinya HUT NKRI yang ke 74, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian melakukan pelepasan ekspor komoditas karet yang banyak dibutuhkan negara-negara maju sebagai bahan baku pembuatan ban mobil dan bahan baku produk lainnya.

Kali ini Karantina Pertanian Tanjungpinang telah melakukan sertifikasi terhadap karet lempangan yang di ekspor ke 5 Negara yaitu Pakistan, Jepang, Korea, Dubai dan USA dengan total 1.086 Ton yang nilainya mencapai Rp. 22,5 M.

Donni Muksydayan memimpin langsung kegiatan pelepasan ekspor tersebut, dalam sambutannya menyatakan “Kegiatan ekspor komoditas pertanian seperti karet ini memberi dampak positif terhadap pendapatan negara, dengan begitu kesejahteraan petani pun akan meningkat, sehingga ekspor komoditas pertanian mampu memperkuat perekonomian dan pertahanan NKRI”

Lebih lanjut beliau berharap agar Tanjungpinang mampu menjadi pemasok kebutuhan komoditas pertanian negara tetangga, terutama Singapura. Bagaimana caranya? Tentu saja kita harus bekerja lebih giat lagi bersama BPTP dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian di Propinsi Kepri, sehingga kelak kita bisa ekspor komoditas pertanian lainnya dari Tanjung Pinang.

Dalam upaya akselerasi ekspor, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian terus berinovasi seperti adanya kemudahan dalam pengurusan sertifikat menggunakan E-cert dan E-Phyto. Sehingga pelaku ekspor dapat lebih giat lagi dalam meningkatkan komoditas pertaniannya untuk mendukung Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045.

#Laporkarantina
#KarantinaPertanianTanjungpinang

Mentan Amran Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp 1,1 Triliun

Mentan Amran Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp 1,1 Triliun

 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali melepas ekspor produk pertanian sebanyak 10,5 ribu ton yang nilainya mencapai Rp 1,1 triliun langsung di tempat pemeriksaan fisik terpadu CDC Banda, Pelabuhan Tanjung Priok (6/8). Produk pertanian yang diekspor ini berjumlah 80 jenis komoditas yang dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Soekarno Hatta.

Gambar : Berbagai komoditas pertanian yang diekspor lewat pelabuhan Tanjung Priok dan bandara Soekarno Hatta

Amran menegaskan ekspor tersebut merupakan bentuk nyata revolusi nyata di sektor sehingga hasilnya ekspor naik 100 persen dan investasi naik 110 persen. Dengan demikian, total kenaikan ekspor rata-rata 2,4 juta ton per tahun dan tercatat sejak pemerintahan Jokowi-JK, ekspor naik 9 juta ton. Tahun 2013, total ekspor hanya 33 juta ton, namun di tahun 2018 mencatat nilai tertinggi yakni 42,5 juta ton dan tahun 2019 ditargetkan naik minimal 45 juta ton.

“Atas arahan Bapak Presiden Jokowi, hari ini kita melakukan revolusi mental yang nyata di sektor pertanian. Kita ekspor komoditas pertanian senilai Rp 1,1 triliun, salah satunya kapas ke Argentina. Dua minggu lalu kami berkunjung ke Argentina, diterima langsung oleh Presiden Argentina dan beberapa menteri. Melakukan lobi-lobi khusus, kami mempromosikan komoditas unggulan Indonesia. Hari ini kita ekspor kapas ke argentina. Ini buah dari lobi kita ke argentina,” demikian tegas Amran saat melepas ekspor.

Gambar : Mentan Amran (putih) saat berdialog dengan eksportir millenial (batik) di pelabuhan Tanjung Priok (6/8)

Amran menjelaskan keberhasilan dalam memacu ekspor pertanian, kuncinya adalah dari keberhasilan merubah sistem. Kementan telah menerapkan pengurusan dokumen ekspor melalui Online Single Submission (OSS) dan mengambil langkah cepat untuk mendorong ekspor produk pertanian dengan penggunaan sertifikat elektronik (e-Cert) serta menggunakan peta komoditas ekspor produk pertanian i-MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export).

“Di mana dulu pengurusan ekspor relatif sulit, tapi sekarang dengan OSS dan i-Mace yang diluncurkan Badan Karantina dapat memetakan potensi daerah yang memiliki komoditas berkualitas ekspor, mendorong generasi muda melakukan ekspor, petugas Karantina terjun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan, tidak ada pungli dan penerapan e-cert. Di era digital 4.0 ini, akselerasi ekspor ini harus kita dorong,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Amran, untuk menjamin keberhasilan akselerasi ekspor, pihaknya telah perintahkan Badan Karantina sebagai pelayan eksportir. Namun demikian, yang terpenting dilakukan yakni membangun sistem dengan memetakan potensi, edukasi, mempermudah eksportirnya dengan tidak ada pungli agar semakin bergairah. Setelah dibangun sistem, yang dilakukan adalah akselerasi atau percepatan ekspor.

“Kami yakin dengan sistem yang kita bangun sekarang, komoditas pertanian Indonesia semakin berkompetisi denga negara-negara lain. Kalau ada yang main di kementerian, aku pecat. Tidak ada kompromi,” ucapnya.

Di tempat yang sama, eksportir Kapas, Kudin Heldinata mengatakan pengurusan dokumen ekspor komoditas pertanian di er pemerintahan Jokowi-JK sangat cepat dan tidak ada biaya-biaya pungli. Alhasil, komoditas yang diekspor cepat sampai ke negara tujuan.

“Ini semua bisa terjadi karena di era pemerintahan Jokowi melakukan perbaikan sistem. Sebelumnya mengurus dokumen ekspor sangat susah dan butuh waktu yg lama,” ujarnya.

Inovasi Layanan untuk Mendorong Ekspor

Kepala Badan Karantina, yang diwakili oleh Sekretaris Badan, Arifin Tasrif menuturkan untuk mendorong ekspor komoditas pertanian, Badan Karantina Pertanian telah melakukan berbagai program dan inovasi di antaranya program Agro Gemilang atau kepanjangan dari Ayo Galakkan Ekspor Komoditas Pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa yaitu berupa gerakan bersama untuk mendorong tumbuhnya eksportir baru komoditas pertanian, berupa pelatihan pemenuhan persyaratan SPS negara tujuan ekspor. Selain itu, Barantan juga melakukan terobosan berbagai inovasi seperti peta komoditas pertanian ekspor Indonesia atau iMace untuk pemerintah daerah sebagai upaya pembinaan dan pengembangan berbagai komoditas pertanian diwilayahnya dengan berbasis kawasan.

Gambar : Mentan Amran (putih) saat inspeksi kontainer ekspor di pelabuhan Tanjung Priok (6/8)

“Inovasi lain dari Barantan berupa InLine Inspection, yaitu percepatan ekspor melalui pelatihan, pembinaan dan sertifikasi eksportir dalam rangka memenuhi persyaratan karantina negara tujuan. Ada juga inovasi draft phytosanitary, inovasi ini terbukti efektif mengurangi kesalahan dalam pemenuhan sertifikat karantina,” beber Arifin.

Perlu diketahui, komoditas yang dikirim lewat Pelabuhan Tanjung Priok di antaranya berupa bulu bebek sebanyak 52,3 ton senilai Rp. 3,2 miliar tujuan vietnam dan asinan salak 12 ton senilai Rp 240 juta tujuan Malaysia dan gaharu sebanyak 2 ton senilai Rp 97 juta ke Arab Saudi, teh ke USA dan Rusia sebanyak 30,5 ton senilai Rp. 1,8 miliar, kapas ke Argentina 18,8 ton senilai Rp 1,056 miliar, bubuk coklat 10,5 ton senilai Rp 150 juta tujuan Vietnam.

Komoditas yang akan dikirim lewat Bandara Soekarno Hatta diantaranya berupa manggis, mangga, salak (buah) sebanyak 900 kg senilai Rp 75 juta ke UEA, sarang burung walet sebanyak 183 kg senilai Rp. 3,7 milyar dan vaksin 28.930 vial senilai Rp. 542,3 milyar.

Mentan: Ekspor Memperkuat Merah Putih, Impor Melemahkan Petani Kita

Mentan: Ekspor Memperkuat Merah Putih, Impor Melemahkan Petani Kita

Denpasar – Kementerian Pertanian terus memaksimalkan dan mendorong pemanfaatan teknologi informasi pada proses bisnis karantina, antara lain pertukaran data persyaratan ekspor dan sertifikat elektronik atau e-Cert ke Belanda. Hari ini kita tunjukkan langsung bahwa sertifikat kita dalam hitungan detik sudah dapat diterima negara tujuan. Dan ini untuk memudahkan ekspor kita ke negara tujuan,” kata Amran Sulaiman, Menteri Pertanian di Area Kargo Logistik Angkasa Pura II, Denpasar, Rabu (7/8).

Gambar : Mentan Andi Amran Sulaiman (orange) dan Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil (putih) saat mangga harum manis yang diekspor ke Rusia di Denpasar (7/8)

Lebih lanjut Mentan menginstruksikan Badan Karantina Pertanian untuk melakukan harmonisasi dan negosiasi dengan seluruh negara mitra dagang agar dapat menggunakan fasilitas layanan ini. “Sampai dengan hari ini sudah 4 negara, yaitu Selandia Baru, Australia, Belanda dan Vietnam. Baru ada 1 negara di Asean, ini yang kita dorong dahulu, seluruh negara ASEAN dan terus lanjut ke negara mitra dagang lainnya,” kata Amran. Menurut Mentan peningkatan ekspor akan memperkuat bangsa dan kebijakan impor sangat tidak berpihak pada petani.

Menurut Mentan, ekspor produk pertanian terus meningkat hingga 100% per tahun. Total  volume ekspor tahun 2014 sebanyak 33 juta ton, namun pada tahun 2018 telah mencapai 42.5 juta ton. Hal ini disebabkan berbagai inovasi, kemudahan dan percepatan layanan karantina di pelabuhan/bandara. Elektronik sertifikat dan aplikasi petaan komoditas pertanian ekspor (IMACE) memudahkan eksportir untuk ekspor.

“Kami targetkan tahun 2019 volume ekspor meningkat hingga 45 juta ton. Sesuai amanat Bapak Presiden, kami gunakan teknologi informasi, permudah perijjinan dan sertifikat melalui digitalisasi untuk memudahkan layanan ekspor,” tegas Mentan.

Program Agro Gemilang sebagai upaya akselerasi ekspor produk pertanian terus digalakkan Kementan, seperti halnya pada hari ini (7/8) Mentan melepas ekspor komoditas unggulan Bali, berupa 2,5 ton Mangga Harum Manis ke Rusia dan beberapa produk lainnya ke beberapa negara.  Mentan mentargetkan 100 ton ekspor buah mangga asal Bali mampu memenuhi pasar Rusia di tahun 2019. Ekspor pertanian ke Rusia baru mencapai 368,4 ribu ton dengan komoditas yang diekspor antara lain air kelapa, bambu, salak dan kacang tanah, dan Kementan akan terus dorong volumenya bertambah.

“Saya mengajak pemuda tani Indonesia, ayo kita mulai ekspor ke Rusia. Harganya bagus dan ekspor akan meningkatkan kesejahteraan petani” tegas Amran.

Gambar : Mentan, Andi Amran Sulaiman memperlihatkan DOC (Day Old Chicken) yang akan diekspor ke Timur Leste di Denpasar (7/8)

Komoditas lainnya yang dilakukan ekspor Mentan antara lain, paprika, handicraft asal batok kelapa, jerami dan enceng gondok tujuan Belanda, daun bawang tujuan Taiwan, vanili tujuan USA, rempah tujuan Swiss. Selain itu komoditas peternakan berupa anak ayam umur sehari (DOC) sebanyak 44.500 tujuan Timor Leste, dan beberapa produk hewan lainnya. Keseluruhan total bernilai 13.5 milyar rupiah.

E-Cert Perkuat Layanan Ekspor

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menjelaskan bahwa dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pertanian No 19/2019 tentang Akselerasi Ekspor, pihaknya telah melalukan beberapa aksi strategis. Selain penerapan e-Cert dan inline inspektion, juga menggagas Agro Gemilang dan sosialisasi aplikasi petaan komoditas pertanian ekspor atau  IMACE diawal tahun 2019.  Di unit pelaksana teknis Karantina Pertanian Denpasar telah membuahkan hasil tercatat peningkatan negara tujuan, pada Juli 2018 :  40 negara, sedangkan di bulan Juli 2019 telah menjadi 50 negara, meningkat 25%.

Gambar : Mentan, Andi Amran Sulaiman saat memecah kendi, melepas ekspor berbagai komoditas pertanian ke manca negara di Denpasar (7/8)

Sementara melalui  program Agro Gemilang,  pada bulan   Juli 2018 tercatat telah diikuti 65 eksportir,  sementara bulan Juli 2019 meningkat menjadi 78 eksportir yang sudah mampu mengekspor, atau peningkatan  11%.

Dan peningkatan nilai ekspor, per sub sektor yakni komoditas hortikultura mengalami peningkatan pesat dimana Juli 2018 sebanyak 17 ,6 M sedangkan Juli 2019 naik menjadi 87,9M. Ekspor komoditas perkebunan juga mengalami peningkatan dari 18,7 M pada Juli 2018 menjadi 42,6 M pada Juli 2019.

Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan secara khusus melakukkan pengiriman sertifikat elektronik dalam  ekspor produk pertanian Indonesia ke Belanda. Sistem yang menjembatani kedua negara terhubung secara online, dan sertifikat telah diterima secara langsung oleh pemerintah Belanda.

“Sistem elektronik sertifikat ini telah berjalan baik, dan kami senang ekspor kita bisa diterima lebih cepat” katanya.

0
Connecting
Please wait...
Kirim Pesan

Silakan tinggalkan pesan.

Nama Anda
* Email
* Isi Pesan Anda
Login

Butuh Bantuan lain? Kirim Email ke bkp2tpi@yahoo.co.id.

Nama Anda
* Email
* Isi Pesan
Kami Online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?