Lebaran Usai, Karantina Pertanian Tanjungpinang Laksanakan Apel Dan Halal Bihalal

Lebaran Usai, Karantina Pertanian Tanjungpinang Laksanakan Apel Dan Halal Bihalal

Tanjungpinang (21/06) Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang drh. Donni Muksydayan, M.Si langsung memimpin apel pagi pasca libur lebaran di Kantor Induk Karantina Tanjungpinang. Apel pasca lebaran ini diikuti oleh para struktural, seluruh pegawai dan THL Karantina Pertanian Tanjungpinang. Pelaksanaan apel ini untuk mengecek komitmen kehadiran serta kesiapan para personel pasca libur lebaran.

Dalam arahannya Kepala Balai mengucapkan selamat Hari Raya ‘Idulfitri serta menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para petugas yang tetap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat saat cuti bersama Hari Raya ‘Idulfitri. Tak lupa Kepala Balai berpesan agar fungsi pengawasan dan pelayanan publik Karantina Pertanian Tanjungpinang untuk terus ditingkatkan. Acara apel kemudian dilanjutkan dengan halal bihalal serta saling bermaaf-maafan untuk menjaga silaturahmi antar pegawai.

Jelang Lebaran, Karantina Pertanian Tanjungpinang Perketat Pengawasan Lalu Lintas Produk Pangan

Jelang Lebaran, Karantina Pertanian Tanjungpinang Perketat Pengawasan Lalu Lintas Produk Pangan

Tanjungpinang, (08/06) Jelang lebaran, pemeriksaan dan pengujian terhadap produk-produk pangan yang masuk ke Kota Tanjungpinang kian intens dilakukan oleh Karantina Pertanian Tanjungpinang. Utamanya terhadap pemasukan daging beku melalui Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Sri Bayintan Kijang yang menjadi tempat pemasukan kebutuhan pokok masyarakat Tanjungpinang pada saat lebaran.

Pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya berupa pemeriksaan fisik saja, tapi diperkuat juga dengan pemerikasaan lanjutan di Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang untuk menjamin daging yang akan diedarkan Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Petugas Karantina Tanjungpinang, drh. Ervi Nurwidhawaty mengatakan, setelah pemeriksaan fisik di lapangan selanjutnya kami akan membawa sampel untuk diuji lebih lanjut di laboratorium. Labih lanjut Ervi menjelaskan, setelah keluar hasil laboratoriumnya kami akan mengeluarkan sertifikat pelepasan. “Pemeriksaan ini tentunya akan lebih memberi rasa aman kepada masyarakat untuk mengkonsumsi daging pada saat lebaran nanti.” imbuh Ervi.

 

Anomali Terjadi, IQFAST Solusinya

Anomali Terjadi, IQFAST Solusinya

Tanjungpinang (31/5) Terdapat perbedaan mendasar antara Sistem IQFAST dengan sistem yang digunakan sebelumnya, sebut saja e-plaq dan e-qvet. Perbedaan tersebut terletak pada kemampuan IQFAST memfasilitasi kejadian-kejadian anomali yang muncul selama kegiatan operasional perkarantinaan berlangsung. Normalnya, pengguna jasa mengajukan permohonan dan apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan diterbitkan sertifikat. Namun apabila terjadi dugaan pelanggaran UU, sistem yang sebelumnya belum mendukung untuk dapat dilanjutkan ke proses penegakan hukum. Nah, untuk mengakomodir hal tersebut, sistem IQFAST memfasilitasinya dengan menambahkan opsi laporan kejadian (LK) pengganti permohonan (KH-1 atau SP-1) yang terletak pada menu tangkapan di IQFAST. Selanjutnya, berdasarkan hasil keterangan pemilik barang dapat disimpulkan apakah terrmasuk kategori non-yustisia atau pro-yustisia.

Sebelum dilakukan tindakan 3P (penahanan, penolakan, atau pemusnahan), sistem juga mempersyaratkan untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu terhadap pejabat struktural yang membidangi kewasdakan. Hal ini bukan untuk mengurangi kewenangan petugas karantina, namun merupakan bukti bahwa pejabat terkait telah mengetahui kejadian anomali tersebut. Hal inilah yang dipaparkan oleh Tim Bidang Informasi Badan Karantina Pertanian dalam Bimbingan Teknis Pengawasan Berbasis IQFAST yang diadakan di Ruang Rapat Karantina Tanjungpinang. Sebagai pemateri sekaligus instruktur acara ini adalah Ahmad Subkhan, STP, MM dan Louis Mahandry, SP, M.Si. Sesi pemaparan materi dan diskusi dihadiri oleh pejabat struktural, penanggung jawab wilayah kerja beserta anggota, operator wasdak dan IQFAST, dan tim humas Karantina Tanjungpinang. Dalam sambutannya Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang, drh. Donni Muksydayan, M.Si menyampaikan bahwa bimtek ini bertujuan untuk penguatan kegiatan kewasdakan di Karantina Tanjungpinang salah satunya dengan berbasis teknologi informasi IQFAST.

Beragam pertanyaan dilontarkan kepada pemateri terkait teknis penggunaan menu tangkapan di IQFAST yang dipisah antara tangkapan yang berasal dari petugas karantina atau instansi terkait. Selain itu bagaimana cara menangani missing data dan pembatalan permohonan. Di akhir sesi diskusi, pemateri menyampaikan agar petugas karantina mulai mengarahkan pengguna jasa tidak rutin untuk menggunakan ppk online dengan username dan password tamu. Sehingga transparansi dan akuntabilitas layanan publik dapat terwujud. Kemudian petugas karantina harus memperhatikan SLA atau lama penyelesaian permohonan berdasarkan tingkat resiko yang telah ditetapkan. Sebab hal tersebut bisa dimonitor secara online oleh Kepala Badan Karantina Pertanian terhadap UPT yang petugas karantinanya melakukan anomali layanan publik di IQFAST. Sesi terakhir dilanjutkan dengan pelatihan analizing point yang diikuti oleh koordinator wasdak dan anggota, operator wasdak, dan operator IQFAST BKP Kelas II Tanjungpinang.

Antisipasi Masuknya Produk Pertanian Ilegal, Karantina Tanjungpinang Lakukan Patroli Malam

Antisipasi Masuknya Produk Pertanian Ilegal, Karantina Tanjungpinang Lakukan Patroli Malam

Tanjungpinang (24/05) Guna mengantisipasi masuknya pangan dan produk pangan ilegal ke wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, pada Bulan Ramadan ini Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang, drh. Donni Muksydayan, M.Si menerjunkan tim patroli malam. Patroli ini sudah dimulai sejak awal ramadan dan akan terus dilaksanakan sampai menjelang hari raya Idul Fitri. Patroli difokuskan mengawasi titik-titik pelabuhan yang rawan penyelundupan.

Tim patroli bergerak mulai jam dua belas malam hingga jam empat pagi, menelusuri pelabuhan-pelabuhan tikus yang jumlahnya sangat banyak di Pulau Bintan. Letak Kota Tanjungpinang yang secara geografis berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura memang rawan terhadap masuknya berbagai produk pertanian ilegal. Oleh karena itu, BKP Kelas II Tanjungpinang akan selalu melakukan pengawasan di tempat-tempat pemasukan yang belum ditetapkan dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar Kota Tanjungpinang terjaga dari hama penyakit. Tentu, ini akan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Perkuat Sinergitas, Karantina Tanjungpinang Kunjungi Polres dan BKIPM

Perkuat Sinergitas, Karantina Tanjungpinang Kunjungi Polres dan BKIPM

Tanjungpinang – Sinergitas dan kerjasama antar instansi wajib dibangun dan diperkuat. Sebagai pimpinan baru Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang, drh. Donni Muksydayan, M.Si melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri ke Polresta Tanjungpinang dan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Tanjungpinang.

Kunjungan ini disambut hangat oleh Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi dengan melakukan salam komando. Pada kunjungan tersebut kedua pimpinan sepakat untuk terus memperkuat kerjasama khususnya pada saat hari lebaran. Saat ini BKP Kelas II Tanjungpinang bersama Polresta tergabung dalam Tim Satgas Pangan dan Tim Satgas Tumbuhan dan Satwa Liar. Diharapkan kedepan kerjasama ini akan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum perkarantinaan akan menjadi lebih baik.

Demikian juga saat mengunjungi kantor BKIPM Tanjung Pinang, Ir Felix Lumban Tobing, S.Pi, MP Kepala BKIPM Tanjungpinang juga turut senang dengan kunjungan Kepala BKP Kelas II Tanjungpinang ke instansinya. Dalam kunjungan singkat tersebut, kedua pimpinan ini berencana mengunjungi Pulau Anambas yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang saat ini belum ada kantor layanan karantina. BKIPM sendiri adalah mitra bersama di lapangan yang mempunyai tugas dan fungsi yang sama yakni melindungi keamanan hayati Indonesia dari ancaman hama penyakit.

“Sinergitas antar instansi ini tentunya perlu dijaga dan diiringi dengan kerjasama yang baik hingga kedepannya penyelenggaran perkarantinaan di Tanjungpinang menjadi lebih baik.” imbuh Donni.

 

Jelang Ramadhan, Karantina Tanjungpinang Bersama Dinas Pertanian Sidak Pasar

Jelang Ramadhan, Karantina Tanjungpinang Bersama Dinas Pertanian Sidak Pasar

Tanjungpinang (16/05) Mengantisipasi masuk dan beredarnya produk-produk makanan menjelang bulan suci ramadhan, Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang bersama Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau menerjunkan tim untuk melakukan inspeksi mendadak ke pasar-pasar tradisional, coldstorage, dan tempat pemotongan unggas di wilayah Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Tim terbagi menjadi lima, dimulai pukul 03.00 WIB dini hari untuk tempat pemotongan unggas dan dilanjutkan ke coldstorage serta pasar-pasar tradisional dan modern.

Tujuan sidak ini untuk melakukan peningkatan pengawasan kesehatan terhadap daging ayam dan sapi yang akan beredar di masyarakat. Untuk menjamin kesehatan daging tersebut maka dilakukan beberapa uji lapangan seperti uji formalin, kadar air, dan pengambilan sampel untuk uji lanjutan di Laboratorium UPTD Provinsi Kepri. Dengan dilakukannya sidak ini maka masyarakat tidak perlu khawatir akan kesehatan dan keamanan pangan yang akan dikonsumsi menjelang ramadhan ini. Kepala Seksi Karantina Hewan Tanjungpinang, drh. Gadis Rauzah mengatakan akan terus memperkuat kerjasama dengan dinas dan lebih meningkatkan pengawasan terhadap pemasukan dan peredaran produk-produk pangan ke wilayah Kab. Bintan dan Kota Tanjungpinang.

Selama bulan ramadhan sampai menjelang hari raya Idul Fitri, BKP Kelas II Tanjung Pinang berencana akan melakukan patroli rutin di pelabuhan-pelabuhan tikus untuk mengantisipasi pemasukan ilegal produk-produk pangan dari negara tetangga.

Sertijab, Estafet Kepemimpinan di Karantina Tanjungpinang

Sertijab, Estafet Kepemimpinan di Karantina Tanjungpinang

Tanjungpinang (14/05) Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang yang dilanjutkan dengan Penyerahan Naskah Memori dari Bapak drh. Iswan Haryanto, M.Si kepada Bapak drh. Donni Muksydayan, M.Si berlangsung di kantor induk BKP Kelas II Tanjungpinang. drh. Iswan Haryanto, M.Si yang akan menempati posisi sebagai Kepala Bidang Produk Hewan di Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Badan Karantina Pertanian berpesan kepada pimpinan yang baru agar dapat melanjutkan dan lebih meningkatkan lagi kinerja BKP Kelas II Tanjungpinang.

drh. Donni Muksydayan, M.Si menyambut dengan positif pesan tersebut dan berjanji akan melanjutkan program-program yang sudah dijalankan sebelumnya dan akan lebih meningkatkan lagi kinerja dari BKP Kelas II Tanjungpinang. Beliau juga bercerita bahwa sebelumnya sebelumnya pernah bertugas cukup lama di Karantina Pertanian Tanjungpinang (masih Stasiun Karantina Hewan). Acara Sertijab ini kemudian ditutup dengan rasa penuh haru ketika para pegawai saling bermaafan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

Kepasar makan ketupat
Jangan lupa mengajak kawan
Adek dan abang ikut menemani,
Selamat bertugas ditempat yang baru bapak drh. Iswan, dan selamat datang di Tanjungpinang bapak drh. Donni.

Gelar Perkara Pakan Ternak dan Penyelundupan Ular Berbisa di Tanjungpinang

Gelar Perkara Pakan Ternak dan Penyelundupan Ular Berbisa di Tanjungpinang

Tanjungpinang (10/05) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang melaksanakan gelar perkara kasus upaya pemasukan pakan ternak dan pengiriman ular viper bakau secara ilegal yang beberapa waktu lalu berhasil digagalkan petugas karantina pertanian, Polair Tanjungpinang dan Avsec Bandara Raja Haji Fisabillah.

Gelar Perkara yang dilaksanakan di Kantor BKP Kelas II Tanjungpinang ini, turut mengundang Korwas PPNS Polres Tanjungpinang dan dari pihak Polair. Dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan saksi serta mempertimbangkan sikap kooperatif pemilik barang, gelar perkara ini menghasilkan keputusan dilakukan tindakan penolakan terhadap pakan ternak dan ular tersebut. Sedangkan terhadap pemilik barang akan dilakukan pembinaan.

 

0
Connecting
Please wait...
Kirim Pesan

Silakan tinggalkan pesan.

Nama Anda
* Email
* Isi Pesan Anda
Login

Butuh Bantuan lain? Kirim Email ke bkp2tpi@yahoo.co.id.

Nama Anda
* Email
* Isi Pesan
Kami Online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?